Monday, March 31, 2008

Anak Kecil Misterius

CERITA TENTANG ANAK KECIL MISTERIUS

Siang itu, genap hari ke 14 puasa ramadhan.
Aku penasaran dengan cerita orang orang tentang anak bengal 10 tahunan yang tiap hari selalu membawa es degan berbungkus plastik lengkap dengan sedotannya ditangan kiri dan sebuah roti keju isi coklat di tangan kanannya
yang tiap hari mondar mandir, mengikuti setiap orang seakan menggodanya untuk tidak puasa.
Betapa tidak, sudah banyak temen temen, tetangga yang membicarakan anak itu. Dan anak itu memang gak ada yang tahu asal usulnya. Kalau anak kampung sebelah, kayaknya tidak mungkin, karena semua anak anak disitu semua ikut ngaji denganku, dan aku hapal mereka
anak anak pun gak ada yang tahu, siapa anak itu sebenarnya. dengan dandanan yang itu itu saja. memakai kaos yang tergolong sudah lusuh bergambar spiderman, dan celana jeasn butut, di potong asal di bawah lututnya.

Aku berjalan ke arah masjid siang itu, karena sebentar lagi adzan Dhuhur akan masuk. Pandanganku tertuju pada seorang anak dengan baju yang sama dengan yang diceritakan teman teman masjid.
Atasan kaos spiderman lusuh dengan bawahan celana jeans dipotong asal di bawah lulut, plus sendal jepit biru.
Ya anak itu,Kulihat dia mengikuti seorang anak muda yang akan ke masjid, kelihatan sangat menggoda memang, Benar benar menggoda.
bayangkan, seorang anak kecil, yang terus mengikuti, bahkan kadang menghalangi jalan dan mengacung acungkan es degan berbungkus plastik di tangan kiri dan sebuah roti keju isi coklat di tangan kanan, saat siang siang terik di bulan puasa.
Tidak ada yang berani menegur, karena alasan kasihan, karena alasan bahwa wajar memang itu anak kecil, karena berbagai alasan yang kurasa tak penting.
Aku harus bertindak, Aku harus menegur anak ingusan itu, sehingga tidak mengganggu lagi.

Kudatangi anak itu, dia sedang seperti biasa, mengacung acungkan kedua tangannnya kepada orang orang lewat di depan masjid al amin itu.
"hei bocah, kesini kamu!", hardikku
bocah itu menoleh dan menatapku tajam, sekan tidak takut dengan badanku yang tinggi besar dan wajahku yang dingin.
"HEI KAMU, KESINI KAMU, DENGAR TIDAK KUPINGMU!!"
kuulangi lagi kata kataku dengan nada yang tinggi, menunggu respon bocah itu yang tetap mematung dan menatapku tajam, seakan mau menelanku.
tak sabar dengan tatapannya yang menantang dan mengejekku, kuhampiri dan kudekati dia
" Hei bocah, tahu nggak, ini bulan apa? Kamu tahu nggak, , kamu itu sudah mengganggu kami. Siang siang bulan puasa malah menggoda goda bawa air es dan roti segala.
Anak itu tetap membisu, kedua tangannya yang membawa makanan tetap diacungkan ke arahku, Dia tetap menatapku tajam, seakan tak takut. Bahkan dia tersenyum
"Kamu tahu nggak?, dengar gak?, dasar anak nakal. Kalau bulan puasa gini jangan makan di siang hari, menggoda orang orang yang lagi puasa. Nanti kalo sudah buka baru boleh. Dengar?"

Karena tak sabar, dengan respon yang tak bersahabatnya, kupegang krah kaosnya. Mataku mendelik ke arahnya.
"Kak, boleh aku bicara?"
"apa kakak sudah merasa hebat bisa puasa di bulan ini, sampai hari ini? Kakak tahu, apa yang mereka perbuat sepanjang tahun, mereka menggodaku, menggoda kami dengan pakaian pakaian yang bagus,makanan makanan yang tak pernah kubayangkan bisa pernah kumakan,
mobil mewah yang tak pernah bisa kusentuh. Kak, kami puasa tiap hari, kami tak mengenal hari raya idul fitri. Hari raya itu hanya untuk kakak dan teman teman kakak yang punya rumah, punya ijazah, punya orang tua, punya uang. Sedangkan kami hanya bisa puasa sepanjang tahun, karena ketiadaan kami
Kalian tidak peduli, yang kalian peduli kan hanyalah beribadah tekun, mengurus anak anak kalian, dan bekerja keras agar anak anak kalian tetap bisa menyandang gelar. tetap bisa naik mobil dan tetap bisa memandang sinis kami.
kak, apakah salah jika aku punya es ini dan makanan secuil ini bersukaria di bulan ini, Toh ada ramadhan dan tidaknya bagi kami adalah sama. Kami puasa sepanjang tahun kak"

Kuturunkan tanganku dari mencengkeram kerah kaosnya. Aku tergagap mendengar ceramah anak kecil misterius ini. Ingin aku tanya lebih lama, tapi adzan keburu terdengar.
"sudah, tunggu disini, nanti kakak kasih sesuatu"
Dia diam , tanpa mengangguk. Dia kemudian pergi dan kembali mengacung acungkan es degan dan rotinya pada orang orang lewat....

Setelah sholat selesai, aku terpekur mengingat, kata kata anak ingusan tadi. Aku bener bener tertusuk tombak hari ini. Aku tidak ada harganya sama sekali.
sejenak aku kembali mengurai kata kata anak ingusan tadi. Oh ya, aku mau memberi sesuatu pada anak itu.
Segera kuberanjak dari tempat sholatku, kucari anak tadi di tempat dimana biasanya menguntit dan menggoda orang orang.
Tak kutemukan
kutanyakan kepada orang orang di sekitar situ, dan mereka hanya menggeleng ketika kutanyakan anak itu, lengkap dengan ciri cirinya.
Anak itu telah menghilang, tanpa ada yang tahu.
Entah anak itu anak jadi jadian, atau anak kampung sebelah desa.
Aku merasa malu.
ternyata ada yang menunaikan puasa sepanjang tahun.

(diambil secara bebas dari cerita ust. Yusuf Mansyur

No comments: